APBA belum Disahkan, Dana Otsus Ditunda, Masyarakat Yang Dirugikan

BANDA ACEH – Sanksi yang akan dijatuhkan pemerintah pusat terhadap Pemerintahan Aceh akibat belum disahkannya RAPBA 2011 nya sampai 4 April 2011 ini, tidak hanya akan menunda pembayaran dana alokasi umum (DAU) senilai Rp 178 miliar atau sebesar 25 persen dari yang akan diterima Rp 916 miliar, tapi penyaluran dana otsus tahap I sebesar Rp 1,35 triliun atau sebesar 30 persen dari pagu yang akan diterima Rp 4,5 triliun bakal ikut ditunda pengirimannya oleh Kementerian Keuangan ke kas daerah pada bulan ini.

“Penundaan itu dilakukan, karena wadah hukum untuk menampung dan melaksanakan penggunaan dana tersebut yaitu APBA 2011, sampai kemarin belum diselesaikan DPRA,” kata Dirjen Keuangan Daerah Kementrian Dalam Negeri, Dr Yusmandi A Temenggung dalam pertemuan dengan Pimpinan DPRA dan Badan Anggaran DPRA, Senin (4/4) malam di Ruang Badan Anggaran DPRA.

Ia menjelaskan, kunjungannya ke Aceh, pertama untuk memberikan materi dalam acara Musrenbang Aceh untuk penyusunan perencanaan program pembangunan APBA dan APBN 2012. Selain itu, untuk bertemu dengan Pimpinan DPRA dan Badan Anggaran DPRA guna mempercepat penyelesaian dan pengesahan RAPBA 2011 yang sampai Senin kemarin belum menjadi Qanun APBA 2011.

Kalau dilihat dari jadual tahapan penyusunan perencanaan program pembangunan, ungkap Dirjen Keuangan Daerah itu, saat ini kita tidak lagi berbicara masalah pengesahan RAPBA 2011, tapi sudah masuk dalam agenda penyusunan perencanaan program pembangunan 2012 yang akan dimasukkan ke dalam usulan RAPBA 2012 dan APBN 2012 Aceh. Tahapan pembahasan dan pengesahan APBA 2011 itu, seharusnya telah berakhir pada 31 Desember 2010, bukan pada bulan April 2011 ini.

Akibat DPRA sampai 4 April 2011 kemarin, belum menyelesaikan qanun APBA nya, maka dana otsus tahap I sebesar Rp 1,35 triliun atau sebesar  30 persen dari pagu yang akan diterima Rp 4,5 triliun, yang seharusnya bisa diterima 31 Maret 2011 lalu, ikut ditunda pengirimannya ke kas daerah provinsi, sampai DPRA mengesahkan raqan APBA 2011 menjadi qanun APBA 2011. Ini merupakan resiko yang harus diterima Pemerintahan di Aceh.

Untuk belanja pegawai dan operasi kantor, kata Yusmandi, akibat dari penundaan pembayaran dana DAU dan dana Otsus 2011, pemerintah Aceh masih sanggup membayarannya. Tapi, untuk kegiatan belanja publik belum bisa dilaksanakan, karena wadahnya yaitu qanun APBA belum diselesaikan oleh DPRA, sampai memasuki minggu pertama bulan keempat tahun anggaran 2011. “Hal ini sangat merugikan rakyat, banyak program untuk rakyat pelaksanaannya jadi tertunda, begitu juga dalam pelaksanaan penyaluran bantuan,” ujarnya.

Menyikapi penjelasan Dirjen Keuangan Daerah itu, anggota DPRA Adnan Beuransyah mengatakan, keterlambatan pembahasan dan pengesahan RAPBA 2011, disebabkan banyak faktor. Antara lain karena penyerahan laporan hasil audit dana APBA 2009 dari BPK kepada DPRA terlambat diserahkan. BPK baru menyerahkan LHP APBA 2009 kepada DPRA pada bulan September 2010. Selain itu, tahun lalu pelaksanaan Perubahan APBA nya juga baru dilakukan bulan Desember 2010.

Menanggapi berbagai alasan yang disampikan anggota DPRA, Dirjen Keuangan Daerah Kementrian Dalam Dalam Negeri itu mengatakan, sekarang ini kita tidak perlu lagi menyalahkan yang telah berjalan, tapi bagaimana DPRA secepatnya menyelesaikan raqan RAPBA 2011 menjadi qanun APBA 2011 secepatnya.

Terkait dengan seruan Dirjen Kementrian Keuangan Daerah itu, Tim Anggaran Pemerintah Aceh (TAPA), melalui Sekretarisnya, Drs paradis MSI, telah menyerahkan kembali dokumen RAPBA hasil pembahasan Pokja badan Anggaran DPRA dengan maksud untuk segera diparipurnakan guna secepatnya bisa disahkan dan diverifikasi ke Kementrian Dalam Negeri, agar pusat tidak mengeksekusi sanksi yang telah dijatuhkan untuk daerah ini yaitu menunda pembayaran DAU sebesar 25 persen dan dana Otsus sebesar 30 persen.(her)

Sumber: Serambi Indonesia

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s