Harifin: Menkes bisa dipidana dengan UU KIP

Kasus Susu Formula Berbakteri

Jakarta – Ketua Mahkamah Agung (MA) Harifin Andi Tumpa menyatakan Menteri Kesehatan Endang Rahayu Sedyaningsih bisa terancam pidana berdasarkan UU tentang Keterbukaan Informasi Publik karena tidak mengumumkan susu formula mengandung enterobacter sakazakii sebagaimana putusan kasasi MA.

“Iya kalau KIP itu ada ancaman pidananya kan,” kata Harifin, kepada wartawan di Gedung MA, Jakarta, Jumat (25/2).

Harifin menegaskan putusan kasasi yang memerintahkan untuk mengumumkan penelitan yang menyangkut kepentingan umum itu berkolerasi dengan UU KIP. Pengumuman kepada masyarakat merupakan pelaksanaan keterbukaan informasi publik. “Bisa saja kalau itu ditempuh,” ujar Harifin.

Kendati demikian, lanjut Harifin, putusan perdata yang memerintahkan Menkes, Institut Pertanian Bogor (IPB) dan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) seyogyanya harus dilaksanakan. Mekanismenya melalui proses pengajuan eksekusi yang dimulai dari peringatan (anmaning).

Meskipun, Harifin menjelaskan, mekanisme perdata tidak bisa melakukan proses penyitaan hasil riset sampai penggeledahan apabila informasi itu disembunyikan. “Kalau melaksanakan putusan secara perdata itu tidak ada upaya yang lebih keras. Ada cara lain yang harus ditempuh,” tandas dia.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s