Diduga Memukul Kontraktor, Ayah Merin Dilapor ke Polisi

Suara Tembakan Kejutkan Warga Lambheu

BANDA ACEH – Izil Azhar alias Ayah Merin dilaporkan ke Polresta Banda Aceh, Jumat (11/2) pagi oleh T Syahreza Darwin (Pon Cut), seorang kontraktor di Banda Aceh, menyusul insiden pemukulan terhadap dirinya pada Jumat dini hari. Pemukulan itu terjadi di kediaman korban, Perumahan Lambheu Keutapang, Aceh Besar, disebut-sebut terkait masalah proyek di Kota Sabang.

Insiden ini sempat menggegerkan warga di kompleks perumahan korban, karena mereka mendengar adanya suara letusan senjata api. Selain itu, Ayah Merin dikabarkan membawa salah satu mobil Rubicon yang diduga milik Gubernur Irwandi Yusuf ketika mendatangi rumah korban. Ia bahkan datang dengan didampingi sejumlah anggota pengamanan tertutup (pamtup) yang biasa mengawal Gubernur Aceh.

Kapolresta Banda Aceh, Kombes Pol Drs Armensyah Thay yang dikonfirmasi wartawan kemarin siang mengatakan, pihaknya telah menerima pengaduan dari korban pemukulan tersebut. Bahkan pihaknya sedang meminta keterangan dari Ayah Merin yang diklaim T Syahreza sebagai orang yang memukulnya. Para pamtup yang disebut-sebut terlihat bersama Ayah Merin saat mendatangi rumah korban pada Jumat dini hari itu, menurut Kapolresta, juga tengah dimintai keterangan. “Sejauh ini kasusnya masih terus kita pelajari. Terkait para pamtup, kemungkinan akan kita mintai keterangannya sehubungan dengan keberadaan mereka di tempat kejadian,” sebut Armensyah Thay didampingi Kasat Reskrim AKP M Isharyadi F SIK.

T Syahreza yang ditanyai Serambi kemarin sore menceritakan bahwa pemukulan dirinya berawal dari pesan singkat (sms) yang dia kirim kepada Izil Azhar alias Ayah Merin sekira pukul 00.46 WIB.  Menurut Syahreza, karena sms yang dikirim kepada Ayah Merin tidak ada dibalas, maka ia kemudian menelepon Ayah Merin.

Pada panggilan pertama, kata Syahreza, Ayah Merin tidak mengangkat hpnya, karena sedang menerima panggilan lain. Sehingga Syahreza menelepon ulang. Panggilan itu pun dijawab Ayah Merin. Dalam pembicaraan itu, menurut Syahreza, ia meminta Ayah Merin agar ke depan tidak lagi mencampuri urusan proyeknya, apabila ia memperoleh paket proyek lagi. Apalagi, kata Syahreza, mereka saling mengenal dan sama-sama berasal dari Sabang.

“Jadi, kan wajar saya minta dia untuk tidak mencampuri lagi apabila ada proyek saya ke depan. Karena sebelumnya, paket dermaga BPKS tahun 2010 yang seharusnya dipercayakan kepada saya, sudah nggak jadi, karena dia campuri. Persoalan yang lalu itu, okelah dan saya juga sudah melupakannya. Tapi, yang saya minta pada dia agar ke depan dia tidak lagi mencampuri proyek saya. Itu saja,” kata Syahreza.

Berawal dari itulah, menurut Syahreza, terjadi ketegangan. Sehingga Ayah Merin maupun Syahreza saling menawarkan diri untuk bertemu malam itu juga. Mereka ingin masalah di antara keduanya diselesaikan secepatnya.  “Awalnya saya bilang biar saya saja yang datang ke tempatnya. Tapi Ayah Merin tawarkan diri dia saja yang datang ke rumah saya. Saya tak keberatan. Tapi saya katakan, di rumah hanya saya seorang yang laki-laki. Eh, nggak tahunya dia datang dengan tiga mobil ke rumah saya, malah bawa para pengawal Pamtup Gubernur Aceh lagi,” ungkap Syahreza ditemani adiknya, Evan.

Menurut Syahreza, dalam perjalanan Ayah Merin beserta para pendampingnya menuju rumahnya pada dini hari itu, mereka terus berkomunikasi. “Dia sempat tanya di mana rumah saya. Lalu saya sebutkan alamat selengkap-lengkapnya. Awalnya saya pikir, dia datang sendiri ke rumah saya. Tapi karena saya lihat ada serombongan mobil mengarah ke arah rumah saya, maka langsung saya ambil harpun (senjata penembak ikan -red) untuk sekadar berjaga-jaga,” sebut Syahreza.

Ia mengaku langsung ke luar dari rumahnya begitu melihat Ayah Merin dan rombongan datang. “Saya kaget, karena jumlah personel yang dia bawa sekitar 12 sampai 13 orang, naik tiga mobil. Di antaranya satu mobil milik pamtup jenis Rubicon BL 720 AD, Ford Everest warna putih BL 623 JA, dan sebuah double cabin yang tak sempat saya catat nomor polisinya,” aku Syahreza.

Begitu Ayah Merin melihat Syahreza memegang senjata penembak ikan, lalu Ayah Merin merampas dan memukulkan senjata itu ke tubuh Syahreza. “Bahkan sebanyak dua kali anggota pamtup yang datang bersamanya langsung melepaskan tembakan ke udara,” ungkap Syahreza. Ia tambahkan, selain istrinya melihat ia dipukul dan dibawa paksa oleh Ayah Merin cs, banyak pula tetangga yang melihat kejadian itu pascadatangnya mobil Rubicon malam itu. “Saya dinaikkan ke dalam mobil Ford Everest dan dibawa ke salah satu rumah kosong di Jalan Salam, Lampriek,” papar Syahreza.

Sesampai di rumah itu, Syahreza mengaku dirinya beberapa kali dikasari Ayah Merin. “Saya baru dilepas menjelang subuh dan diantar langsung oleh Ayah Merin ke Polresta setelah Evan, adik saya, menelepon ke hp saya dan diangkat oleh Ayah Merin. Waktu itu adik serta istri saya mengatakan mereka sedang berada di Polresta untuk melaporkan penculikan yang menimpa saya,” ujarnya.

Menurutnya, pemukulan hanya dilakukan oleh Ayah Merin, sedangkan pamtup berupaya melerai setelah beberapa kali ia dipukul.   Sementara itu, Izil Azhar alias Ayah Merin yang dihubungi Serambi tadi malam via telepon, tidak berhasil dikonfirmasi langsung. Hp-nya justru diangkat oleh seseorang yang menyebutkan namanya Tgk Badawi. Pria ini menyatakan Ayah Merin sedang rapat, sehingga belum bisa dimintai komentarnya. Tgk Badawi juga menyatakan, pihaknya berharap kasus itu dapat diselesaikan secara kekeluargaan. “Kami sedang berusaha ini bisa diselesaikan melalui cara damai. Itu mungkin inti yang bisa kami sampaikan,” kata Tgk Badawi. (mir)

Sumber: serambinews

One thought on “Diduga Memukul Kontraktor, Ayah Merin Dilapor ke Polisi

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s