Tahapan Pilkada Aceh Dimulai April

BANDA ACEH – Komisi Independen Pemilihan (KIP) Aceh merencanakan pelaksanaan tahapan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) gubernur dan 17 bupati/walikota di Aceh akan mulai April mendatang. Sementara pencoblosannya direncanakan pada Oktober 2011. Tapi, rencana itu sangat tergantung dari cepat tidaknya Raqan Pilkada yang telah diserahkan Gubernur sebulan lalu ke dewan disahkan DPRA. “Walau rencana tahapan pilkada dimulai April 2001, namun sampai kini belum ada jadwal pasti pelaksanaannya karena hingga sekarang Raqan Pilkada masih belum dibahas dewan, meski drafnya telah diusul gubernur ke dewan bulan lalu,” ujar Ketua KIP Aceh, Abdul Salam Poroh kepada wartawan usai rapat koordinasi persiapan Pilkada dengan Gubernur Aceh Irwandi Yusuf di Ruang Kerja Gubernur Aceh, Jumat (11/2).

Rapat itu turut dihadiri seluruh anggota KIP Aceh, Sekda Aceh Teuku Setia Budi, Karo Pemerintahan Sekda Aceh HM Ali Alfata, dan Karo Hukum dan Humas Sekda Aceh Makmur Ibrahim. Rapat tertutup itu berlangsung hampir tiga jam lebih. “Kita berharap usai pembahasan RAPBA 2011, langsung dilanjutkan untuk pembahasan Raqan Pilkada,” harapnya. Tapi, lanjutnya, berdasarkan jadwal yang disusun KIP tahapan pelaksanaan pilkada akan dimulai April dan pencoblosan Oktober. Sedangkan bila ada putaran kedua, maka akan berlangsung pada November sampai Desember 2011. “Sedangkan pelantikan direncanakan berlangsung awal Februari 2012. Ini baru bentuk rencana dan belum final,” tegasnya.

Menurut Ketua Divisi Hukum dan Pengawasan KIP Aceh Zainal Abidin, Qanun No 7 tentang Pilkada yang ada saat ini memang belum dicabut dan bila dipergunakan dasarkan hukum itu tidak masalah. Tetapi, lanjut Zainal, kalau qanun yang ada sekarang dijadikan landasan hukumnya akan banyak timbul persoalan dikemudian hari, artinya celah gugat menggugat cukup terbuka lebar. Sebab qanun yang ada tak relevan lagi, karena belum mengadopsi Undang-Undang (UU) tentang Pilkada, termasuk sejumlah keputusan Mahkamah Konstitusi (MK) yang menyangkut tentang Pilkada.  Ketua Divisi Keuangan dan Logistik KIP Aceh, Robby Syahputra mengatakan, anggaran yang dibutuhkan KIP untuk pemilihan gubernur/wakil gubernur awalnya diperkirakan Rp 101,8 miliar. “Anggaran itu usulkan sebelum calon independen dikabulkan MK. Tetapi setelah dikabulkan calon independen anggaran sebesar itu tak cukupi lagi. Inilah yang sedang kita bahas dengan gubernur,” katanya.

Anggaran yang diusulkan sebesar itu setelah adan sering antara provinsi dengan 17 kabupaten/kota yang secara serentak pelaksanaan pemilihan bupati/walikota di masing-masing daerah itu sama dengan jadwal pemilihan gubernur.  Sekda Aceh, Teuku Setia Budi mengatakan terhadap usulan anggaran KIP Aceh itu sudah diajukan ke dewan. “Artinya usulan itu sudah kita setujui. Namun ada  anggaran tambahan yang sedang kita bahas lagi sehingga angkanya rasional,” ujarnya.(sup)

Dikutip dari Serambi Indonesia

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s