Pengesahan RAPBA 2011 Terancam Molor

BANDA ACEH – Pengesahan RAPBA 2011 yang seyogyanya awal Desember terancam molor karena sampai Selasa (16/11) Badan Musyawarah (Bamus) DPRA belum menjadwalkan pembahasan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Aceh (RAPBA) 2011 yang dokumen Kebijakan Umum Anggaran (KUA) dan Plafon Prioritas Anggaran Sementara (PPAS) sebesar Rp 6,8 triliun telah disepakati legislatif dan eksekutif, pekan lalu.

Wakil Ketua I Koordinator Bidang Anggaran DPRA, H Amir Helmi SH membenarkan Bamus DPRA belum menjadwalkan pembahasan RAPBA 2011. Alasannya, kata Amir, pada rapat Bamus DPRA dua pekan lalu, hanya membahas penjadwalan pelaksanaan sidang paripurna perhitungan APBA 2009, dan jika masih ada sisa waktu dilanjutkan dengan pembahasan dan melaksanakan paripurna APBA-P 2010 serta sidang paripurna rancangan qanun yang telah siap dibahas pada alat kelengkapan Dewan.

Dijelaskan Amir, Bamus DPRA menjadwalkan ketiga agenda itu karena bahannya telah tersedia. Misalnya, paripurna perhitungan APBA 2009 dijadwalkan karena BPK telah menyerahkan Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) APBA 2009 kepada Pimpinan DPRA dan DPRA juga sudah menindaklanjutinya dengan melakukan pansus ke delapan daerah pemilihannya.

Paripurna perhitungan APBA 2009, kata Amir Helmi, saat ini sedang berjalan dan setelah selesai pada 23 November 2010, DPRA merencanakan pembahasan APBA-P 2010 yang telah diajukan eksekutif sebelum puasa lalu. Eksekutif mengajukan APBA-P dengan alasan untuk membayar paket proyek multi years dan tanggap darurat yang telah dikerjakan rekanan.

Untuk 24 paket proyek multi years (2008-2010) anggarannya harus diusul kembalai dalam APBA-P 2010 karena pada penyusunan APBA murni 2010, tidak dianggarkan secara penuh.

Sedangkan untuk anggaran tanggap darurat, eksekutif harus mengajukan pembayaran paket yang telah dikerjakan rekanan karena dari pagu anggaran yang diusulkan kepada pemerintah pusat sebesar Rp 400 miliar, yang dialokasikan hanya Rp 150 miliar, sehingga kekurangannya akan diupayakan melalui sumber APBA.

Sementara untuk sidang paripurna rancangan qanun (raqan) dijadwalkan November atau Desember 2010. Alasannya, sampai kini sudah ada tiga raqan yang pembahasannya di tingkat alat kelengkapan dewan sudah tuntas. Misalnya, Raqan Penanggulangan Bencana Alam dan Raqan Susunan Tata Kerja dan Organisasi Badan Penanggulangan Bencana Alam yang ditangani Badan Legislasi (Banleg) DPRA telah selesai pembahasannya bulan lalu dan Banleg DPRA telah menyerahkan ke Pimpinan DPRA untuk dijadwalkan sidang paripurna pengesahannya.

Selain Raqan Penanggulangan Bencana Alam, ungkap Amir Helmi, masih ada satu raqan lagi yaitu Raqan Kesehatan. Komisi F DPRA yang membidangi kesehatan telah menyerahkan dokumen Raqan Kesehatan hasil pembahasan dengan eksekutif kepada Pimpinan DPRA.

Menurut Amir Helmi, kendati masih ada dua agenda penting yang harus diparipurnakan dalam sisa waktu 40 hari lagi, anggota Bamus DPRA juga perlu kembali meninjau agenda sidang paripurna APBA-P 2010 dan raqan yang telah dijadwalkan, apakah bisa dilaksanakan dan ketika disampaikan ke Mendagri untuk diklarifikasi pada akhir tahun nanti apakah Mendagri mau merestuinya.

“Jika sampai akhir tahun 2010 pembahasan bersama RAPBA murni 2011 yang KUA dan PPAS-nya telah disepakati senilai Rp 6,8 triliun belum dimulai, maka pengesahan APBA 2011 baru akan dilakukan pada awal tahun depan. Kalau itu terjadi, paripurna RAPBA 2011 bisa terhambat dengan agenda persiapan pemilihan gubernur/wakil gubernur dan pemilihan 17 bupati/wakil bupati/walikota/wakil walikota yang masa jabatannya akan berakhir pada awal 2012,” demikian Amir Helmi.

Sumber: Serambi news.com

2 thoughts on “Pengesahan RAPBA 2011 Terancam Molor

    • Kok bisa ya, tiap tahun selalu berulang masalah ini…
      Apakah pihak2 yg terlibat tdk bisa belajar dari pengalaman sebelumnya…

      Jek, dah buat LSM ya..?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s