Dalam Setahun Jumlah Pengangguran Bertambah 26 Persen

BANDA ACEH – Kepala Dinas Sosial dan Tenaga Kerja (Dinsosnaker) Kota Banda Aceh, Purnama Karya, menyebutkan angka pengangguran tahun 2010 di kota ini mencapai 18.827 orang. Jumlah tersebut meningkat sekitar 26 persen lebih dibandingkan jumlah pengangguran pada tahun 2009.

“Belasan ribu pengangguran ini terdata berdasarkan permintaan kartu pencari kerja, sejak Januari hingga Oktober 2010,” kata Purnama di Banda Aceh, seperti yang dilansir Kantor Berita Antara, Sabtu (6/11) kemarin.

Berdasarkan catatan Serambi, pada Juli 2009 lalu Dinsosnaker Kota Banda Aceh mencatat angka pengangguran di Banda Aceh berjumlah 14.000 orang. Jika merujuk pada angka tersebut, jumlah pengangguran di ibu kota Provinsi Aceh ini, dalam setahun ini bertambah 14.827 orang atau 26 persen lebih.

Sementara itu, Purnama Karya mengatakan, tingginya angka pengangguran tersebut terjadi akibat tidak sebandingnya lulusan universitas dan lulusan sekolah, dengan peluang kerja yang ada. Menurut dia, terbatasnya peluang kerja tersebut, karena di Kota Banda Aceh tidak ada sektor industri berskala besar yang mampu menyerap banyak tenaga kerja.

“Banda Aceh hanyalah pusat pemerintahan dan kota pelajar, bukan kawasan industri. Peluang kerja yang ada itu hanya di sektor industri kecil dan perdagangan. Namun, daya serap tenaga kerja di dua sektor itu tersebut terbilang kecil,” katanya.

Akibatnya, para pengangguran tersebut terpaksa menjalani profesi yang tidak diharapkan, seperti bekerja sebagai pedagang kaki lima, kernet angkutan kota, tukang parkir, maupun pekerjaan yang sifatnya temporer. “Guna mengatasi pengangguran ini, kami terus berupaya mencari informasi lowongan kerja, baik di Banda Aceh maupun di luar Provinsi Aceh,” kata Purnama Karya.

Saat ini, kata dia, Dinsosnaker Kota Banda Aceh sudah membuka jaringan dan berkomunikasi dengan sejumlah bursa tenaga kerja di luar Aceh untuk menyalurkan para pengangguran itu. Selain itu, pihaknya juga memberi pelatihan singkat kepada para pencari kerja agar kemampuan mereka meningkat, mengingat persaingan ketenagakerjaan semakin ketat.

“Jenis pelatihannya bermacam-macam, mulai administrasi hingga teknisi. Banyak dari mereka diterima bekerja di sejumlah perusahaan di Banda Aceh setelah mendapat menjalani pelatihan,” katanya.

Sumber: Serambi News

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s