20,98 Persen Penduduk Aceh Miskin

* Peringkat Tujuh Nasional

BANDA ACEH – Jumlah penduduk miskin di Aceh saat ini mencapai 861.850 jiwa atau 20,98 persen dari total jumlah penduduk 4.486.570 jiwa. Angka tersebut turun sebesar 0,82 persen bila dibandingkan tahun 2009 lalu yang berjumlah 892.860 jiwa. Data tersebut disampaikan Badan Pusat Statistik (BPS) Aceh, Syech Suhaimi, Senin (27/9), usai apel peringatan Hari Statistik Nasional yang jatuh pada 26 September 2010 kemarin. “Hasil sensus BPS, jumlah penduduk miskin Aceh mencapai 861.850 jiwa atau sebanyak 20,98 persen. Angka ini jauh lebih besar dibandingkan rata-rata nasional sebesar 13,33 persen,” kata Syech.

Dia memperkirakan, penurunan tersebut terjadi karena berubahnya pola konsumsi masyarakat dan bangkitnya perekonomian di sektor pertanian. “Bisa juga disebabkan oleh bantuan pemberdayaan kepada masyarakat miskin yang semakin banyak dikucurkan,” ujar Syech. BPS belum mengumumkan jumlah penduduk miskin berdasarkan wilayah. Namun bila melihat hasil sensus tahun lalu, jumlah penduduk miskin terbesar ternyata ada di Kabupaten Pidie Jaya yang mencapai 27,97 persen. Kemudian diikuti, Aceh Barat (27,09%), Bener Meriah (26,58%), Subulussalam (26,80%), dan Nagan Raya (26,22%). Sedang untuk penduduk miskin terendah terdapat di Banda Aceh (8,64%), disusul Lhokseumawe (15,08%), dan Langsa (16,20%). “Data ini merupakan hasil susenas yang diambil pada 2009, sedang data untuk 2010 akan kami keluarkan dalam waktu dekat,” ujar Syech.

Peringkat tujuh

Meskipun angka kemiskinan di Aceh menurun, namun Aceh ternyata masih termasuk dalam daerah dengan jumlah penduduk miskin tebanyak, yakni menduduki peringkat 7 nasional. Peringkat pertama Papua dengan persentase penduduk miskin mencapai 36,80 persen, disusul Papua Barat 34,88 persen, Maluku 27,74 persen, Gorontalo 23,19 persen, NTT 23,03 persen, NTB 21,55 persen, dan Aceh. “Jika diperhatikan angka kemiskinan yang tertinggi malah terjadi di wilayah dengan kekayaan sumber alam melimpah, seperti Aceh, Papua dan Papua Barat. Ini semua bergantung pada pemerintah pusat dan daerah bagaimana memaksimalkan potensi daerah-daerah dengan kekayaan alam melimpah agar bisa meminimalkan atau menghapus angka penduduk miskin di wilayahnya,” papar Syech.

Sumber: Serambinews

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s