Peran dan Wewenang Pengawasan dan Pemeriksaan dalam Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah

Pada BAB IV Lampiran I Keppres Nomor 80 tahun 2003 tentang Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah, dijelaskan mengenai tata cara Pengawasan dan Pemeriksaan.

Pelaksanaan pengadaan barang/jasa harus dilakukan pengawasan dan pemeriksaan. Di daerah Pengawasan dilakukan oleh Gubernur/Bupati/Walikota dan pengguna barang/ jasa dengan menciptakan sistem pemantauan terhadap pelaksanaan pengadaan barang/jasa. Untuk Pemeriksaan dilakukan oleh aparat pengawasan intern pemerintah atau Inspektorat  Daerah Propinsi/Kabupaten/Kota.

Inspektorat Daerah Propinsi/Kabupaten/Kota yang melakukan pemeriksaan terhadap proses pelaksanaan pengadaan barang/jasa sesuai dengan tugas pokok dan fungsinya dan menyampaikan laporan pemeriksaannya kepada pimpinan instansi yang bersangkutan dengan tembusan kepada Kepala Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP).

Tanpa ada laporan/tembusan laporan dari inspektorat, BPKP juga bisa menggunakan kewenangannya untuk melaksanakan pengawasan dan pemeriksaan terhadap proses pelaksanaan pengadaan barang/jasa, sebagai bagian integral dari penilaian kinerja pelaksanaan anggaran secara menyeluruh yang dilaksanakan oleh BPKP

Pengawasan dan pemeriksaan atas pengadaan barang/jasa dimaksudkan untuk mendukung usaha pemerintah guna:

a. Meningkatkan kinerja aparatur pemerintah, mewujudkan aparatur yang profesional, bersih dan bertanggung-jawab.
b. Memberantas penyalahgunaan wewenang dan praktek KKN.
c. Menegakkan peraturan yang berlaku dan mengamankan keuangan negara.

Selain itu, masyarakat baik sebagai peserta lelang maupun masyarakat pada umumnya, juga bisa berperan dalam pengawasan tersebut. Peran masyarakat tsb bisa dilakukan dengan cara mengajukan sanggahan atau pengaduan.

Sanggahan disampaikan kepada pejabat yang berwenang menetapkan pemenang lelang, disertai bukti-bukti terjadinya penyimpangan, dengan tembusan disampaikan sekurang-kurangnya kepada unit pengawasan internal. Sanggahan yang disampaikan kepada bukan pejabat yang berwenang menetapkan pemenang lelang dianggap sebagai pengaduan dan tetap harus ditindaklanjuti.

Tindak lanjut pengaduan masyarakat

Setiap sanggahan atau pengaduan masyarakat harus ditindak lanjuti oleh pejabat yang menerima pengaduan tersebut. Tindak lanjut dari pengaduan masyarakat dimanfaatkan untuk:

a. Menegakkan hukum dan keadilan secara tertib dan proporsional bagi semua pihak yang melanggar ketentuan yang berlaku dalam pengadaan barang/jasa.
b. Membangun citra aparat pemerintah yang bersih, profesional dan bertanggung jawab.
c. Menumbuhkembangkan partisipasi masyarakat dalam kontrol sosial terhadap pelaksanaan pengadaan barang/jasa.
d. Membangun sensitifitas fungsi-fungsi manajerial para pejabat pemerintah dalam pengadaan barang/jasa.
e. Memperbaiki kelemahan-kelemahan dalam pengorganisasian, metode kerja, dan ketatalaksanaan dalam pengadaan barang/jasa dan pelayanan masyarakat.
f. Menggiatkan dan mendinamisasi pelaksanaan aparat pengawasan fungsional.

Pemerintah akan menjadikan Pengawasan Masyarakat (Wasmas) tersebut sebagai barometer untuk mengukur dan mengetahui kepercayaan publik terhadap kinerja aparatur pemerintah, khususnya dalam pengadaan barang/jasa, dan memberikan koreksi secara mendasar atas kecenderungan sikap cara berfikir dan perilaku pejabat birokrasi yang menyimpang dalam pengadaan barang/jasa, serta memberikan masukan-masukan yang bermanfaat sekaligus mendinamisasi fungsifungsi perumusan kebijakan perencanaan, penganggaran, pelaksanaan, laporan pertanggungjawaban dan pengawasan internal maupun fungsional (sebagai second opinion) dalam pengadaan barang/jasa.

Apabila peran pengawasan dan pemeriksaan ini bisa berjalan seperti yang diharapkan, maka kolusi, korupsi dan nepotisme pada pelaksanaan pengadaan barang/jasa pemerintah akan bisa ditekan.

Sumber: keputusan_presiden_no_80_th_2003_lampiran1

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s