Eksekutif ‘Todong’ DPRA Rp 156 M

Anggaran Tanggap Darurat 2009 Muncul dalam RAPBA-P 2010

BANDA ACEH – Sejumlah anggota DPRA, terutama anggota lama yang terpilih kembali dalam Pemilu 2009 lalu, mengaku terkejut ketika melihat dokumen perubahan RAPBA 2010. Mereka merasa “ditodong” oleh pihak eksekutif untuk membayar 27 proyek fisik tanggap darurat senilai Rp 156,1 miliar pada Dinas Pengairan Aceh.

“Usulan ini tidak pernah dibahas oleh DPRA, baik dalam RAPBA 2009 maupun RAPBA 2010. Tapi kenapa tiba-tiba muncul pada perubahan RAPBA 2010 dan minta dibayar,” kata Wakil Ketua I Bidang Pemerintahan dan Hukum DPRA, Amir Helmi SH, kepada Serambi, di ruang kerjanya, Rabu (26/8).

Didampingi anggota dari Fraksi Partai Aceh, Abdullah Saleh, Wakil Ketua I Bidang Pemerintahan dan Hukum DPRA itu menjelaskan, kemunculan usulan pembayaran 27 paket proyek tanggap darurat 2009 senilai Rp 156,1 miliar itu, menimbulkan kesan bahwa pihak eksekutif “menodong” DPRA untuk segera menyetujuinya pada perubahan RAPBA 2010.

Berdasarkan informasi yang diterima pihaknya, ujar Amir Helmi, proyek tanggap darurat itu dibuat atas usulan Kadis Pengairan Aceh kepada Gubernur/Wakil Gubernur. Kemudian Gubernur/Wakil Gubernur membalas dan menyetujui dengan menerbitkan izin prinsip. “Untuk meyakinkan Gubernur/Wakil Gubernur, usulan proyek tanggap darurat itu dilengkapi surat pernyataan bencana alam dari bupati/walikota,” ujarnya.

Abdullah Saleh menambahkan, dengan adanya surat pernyataan bencana alam dari bupati/walikota, Gubernur atau Wakil Gubernur langsung mengeluarkan surat izin prinsip yang diikuti dengan penerbitan Surat Perintah Mulai Kerja (SPMK) dari Kadis Pengairan Aceh.

Diperjualbelikan
Menurut informasi yang berkembang, SPMK yang diterbitkan Kadis Pengairan Aceh itu, diperjualbelikan oleh kontraktor yang menerima SPMK kepada kontraktor lainnya dengan tawaran sebesar 10 persen dari pagu proyek fisik yang akan dikerjakan. Misalnya kalau nilai proyeknya Rp 10 miliar, maka kontraktor yang ingin mengerjakan proyek tersebut harus membayar uang tunai Rp 1 miliar kepada kontraktor yang menerima SPMKdari Dinas Pengairan Aceh.

Dugaan itu, kata Abdullah Saleh, bisa terindikasi dari 27 paket proyek tanggap darurat yang dibuat, ada sekitar tujuh paket realisasi fisiknya sampai kini masih nol. “Kenapa hal itu terjadi? kemungkinan SPMK proyek fisik yang ditawarkan kepada kontraktor lain, tak ada yang berani membelinya karena proyeknya tidak masuk dalam dokumen APBA 2009 maupun 2010,” ujarnya.

Ia menyebutkan contoh proyek pengaman tebing sungai dan normalisasi Sungai Lawe Alas Desa Tualang Sembilar Kecamatan Bukit Tusan Kabupaten Aceh Tenggara dengan pagu Rp 6 miliar. Kemudian proyek pengaman tebing Sungai Lawe Alas Desa Salim Pipit dan Muara Situlen Kabupaten Aceh Tenggara dengan pagu anggaran Rp 10 miliar. Juga proyek pengamanan pantai Kuala Kiran di Pidie Jaya dengan pagu anggaran Rp 10 miliar, dan banyak lagi di Pidie dengan pagu Rp 10 miliar, sampai kini belum dikerjakan.

Tapi ada juga yang proyeknya telah terealisir 100 persen, tapi sampai kini belum dibayar. Diantaranya, Pengaman Tebing Sungai K Naga Gampong Panteun Bayam Kecamatan Beutong, Nagan Raya ada tiga paket, satu paket Rp 6,5 miliar, dua paket lagi masing-masing Rp 10 miliar.

Kemudian penanganan pantai Desa Kuta Blang Aceh Selatan dua paket, satu paket senilai Rp 8,9 miliar dan satu paket lagi Rp 8,6 miliar, dan banyak lainnya yang tersebar di 10 kabupaten/kota. Proyek tanggap darurat yang dibuat Gubernur dan Wakil Gubernur itu, terkesan lebih mementingkan penciptaan proyeknya, ketimbang manfaat proyek itu untuk rakyat. “Harusnya dengan dana yang cukup besar itu, bisa dibangun sejumlah irigasi desa, sehingga bisa mendorong produksi gabah Aceh naik dan petani padinya ikut sejahtera,” ujar Abdullah Saleh.(her)

Sumber: serambinews

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s