Banyak Proyek Pemko Terbengkalai

Miliaran Rupiah Terkuras, Masyarakat tak Dapat Manfaat

BANDA ACEH – Anggota DPR Kota Banda Aceh, Mukminan SE, menyayangkan banyaknya proyek pembangunan fisik yang dilakukan Pemerintah Kota (Pemko) Banda Aceh, kini kondisinya terbengkalai. Padahal, proyek-proyek tersebut telah menghabiskan anggaran miliaran rupiah. Namun masyarakat tidak mendapat manfaat seperti yang diharapkan.

Mukminan kepada Serambi, Minggu (29/8) kemarin mengungkapkan, sejumlah proyek yang terbengkalai itu di antaranya, pada proyek Pelabuhan dan Pendaratan Ikan (PPI) Kuala Cangkoi, Ulee Lheue yang dibiayai APBK Banda Aceh tahun 2008. Proyek tersebut dikerjakan dengan dana seratusan juta rupiah.

Pada proyek tersebut, kata Mukminan, terlihat ada bangunan yang tak difungsikan dan kondisi lantainya sudah mulai retak-retak. Sementara sebagian atapnya pun beterbangan ditiup angin. Tak hanya itu, mesin pendingin ikan bantuan NGO yang ditempatkan di PPI Kuala Cangkoi itu pun tak dimanfaatkan.

“Pembangunan yang dilakukan Pemko Banda Aceh sepertinya hanya sebatas ambisi mengejar proyek semata, namun kurang mempertimbangkan azas manfaatnya. Sehingga banyak proyek yang telah menguras anggaran, namun kurang memberi manfaat bagi masyarakat,” tukas anggota dewan dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini.

Dia juga menyebutkan sejumlah proyek lainnya yang kini terbengkalai yaitu, pembangunan kios pemasaran ikan dan produk olahan di Ulee Lheue. Proyek yang dibangun menggunakan dana sebesar Rp 950 juta bersumber dari APBK Banda Aceh tahun 2009 itu, hingga kini juga tidak difungsikan.

Selain itu, pasar ayam (rumah potong) di Keudah, yang dibiayai APBK Banda Aceh dengan dana seratusan juta rupiah ditambah bantuan NGO, juga tak berfungsi. Tak hanya itu, pasar hewan di Ulee Kareng yang dibiayai APBK Banda Aceh tahun 2009 sebesar Rp 800 juta, juga bernasib sama.

“Fakta tersebut membuat kita berpendapat, bahwa pembangunan tersebut hanya berdasarkan ambisi proyek semata. Karena keberhasilan suatu proyek tidak hanya diukur dari terserapnya anggaran atau selesainya pembangunan yang dilakukan. Tapi juga dinilai dari sejauhmana bangunan tersebut memberi manfaat untuk rakyat,” tambahnya.

Sementara itu, hingga berita ini diturunkan tadi malam sekira pukul 23.30 WIB, Serambi belum mendapat konfirmasi dari Wali Kota Banda Aceh Ir Mawardy Nurdin, dan Kadis Kelautan Perikanan dan Pertanian (DKPP) Banda Aceh, Ir Zulkifli Syahbuddin, yang dihubungi terkait sejumlah persoalan tersebut.(th)

Sumber: serambinews

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s