Operasi Pasar Hanya Kebijakan Simbolis

Jakarta – Ekonom Faisal Basri menuding, kegiatan operasi pasar (OP) murah tidak akan menjadi jurus ampuh dalam menjaga stabilitas harga komoditas pangan. Pasalnya, dari segi pelaksanaannya saja OP tersebut terbukti hanya bersifat simbolis belaka.

“Lonjakan harga pangan kok hanya diselesaikan degan OP murah di 50 titik di 10 provinsi. Apa itu namanya kalau tidak sableng. Jelas itu membuktikan upaya melakukan stabilisasi harga pangan hanya bersifat simbolis belaka. Lantas, apa gunanya negara kalau bisanya hanya OP semacam itu,” ujar Faisal Basri, di Jakarta, Sabtu (14/8).

Faisal menyayangkan sikap tidak responsif pemerintah terkait fluktuasi harga komoditas pangan selama momen puasa dan lebaran. Padahal, fenomena tersebut bukan baru kali ini terjadi.

“Kenapa pemerintah tidak bisa mengantisipasi lonjakan harga di saat bulan puasa dan lebaran. Ini kan hanya masalah kepastian suplai dan permintaan saja. Idealnya, saat memasuki bulan puasa dan sebelum lebaran, volume pasokan komoditas pangan harus diperbesar agar tidak menimbulkan aksi ambil untung sepihak dari para oknum pedagang,” ujarnya.

Untuk itu, pemerintah juga harus memastikan ketersediaan fasilitas infrastruktur pendukung seperti sarana dan prasarana jalan, jembatan, serta alat transportasi yang memadai. “Perbaiki transportasi laut, dan infrastruktur secara keseluruhan agar stabilitas harga komoditas pangan bisa terpenuhi,” tegasnya.

Sumber: www.primaironline.com

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s