Kenali Koruptor Disekitar Anda

Aneh, saat ini banyak pihak yang dengan bangganya melakukan tindak pidana korupsi, dan lebih anehnya masyarakat menganggap hal itu sesuatu yang biasa saja. Contoh yang paling sering kita lihat adalah banyaknya oknum PNS yg menjadi kontraktor, dengan cara mengerjakan sendiri proyek yg ada pada instansinya.

Malah lebih parahnya banyak oknum Bupati/Wakil Bupati/Wakil Rakyat dan Kepala SKPD, yg dengan penuh kebanggaan membagi-bagi proyek dan bahkan ikut terlibat dalam pelaksanaan proyek tsb bersama-sama dengan kroni-kroninya. Padahal perbuatan mereka tsb, bila ditinjau dari UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 20 TAHUN 2001 merupakan TINDAK PIDANA KORUPSI.

Dalam Pasal 12 Undang-Undang Nomor 20 tahun 2001, cukup jelas dinyatakan:

Dipidana dengan pidana penjara seumur hidup atau pidana penjara paling singkat 4 (empat) tahun dan paling lama 20 (dua puluh) tahun dan pidana denda paling sedikit Rp 200.000.000,00 (dua ratus juta rupiah) dan paling banyak Rp 1.000.000.000,00 (satu miliar rupiah):

a. pegawai negeri atau penyelenggara negara yang menerima hadiah atau janji, padahal diketahui atau patut diduga bahwa hadiah atau janji tersebut diberikan untuk menggerakkan agar melakukan atau tidak melakukan sesuatu dalam jabatannya, yang bertentangan dengan kewajibannya;

i. pegawai negeri atau penyelenggara negara baik langsung maupun tidak langsung dengan sengaja turut serta dalam pemborongan, pengadaan, atau persewaan, yang pada saat dilakukan perbuatan, untuk seluruh atau sebagian ditugaskan untuk mengurus atau mengawasinya.

Anehkan..?

Walaupun aneh, yang penting anda semua sudah mengenalinya…

5 thoughts on “Kenali Koruptor Disekitar Anda

  1. INFORMASI
    Revisi Keppres telah ditandatangani oleh presiden
    Inilah Revisi Aturan Tender Pemerintah [06 Agustus 2010 14:26]

    BOGOR. Presiden Susilo Bambang Yudhoyono sudah menandatangani revisi Keputusan Presiden Nomor 80 Tahun 2003 tentang Pengadaan Barang dan Jasa di Lingkungan Pemerintah. Beleid ini diubah menjadi Peraturan Presiden Nomor 34 Tahun 2010 tentang Pengadaan Barang dan Jasa.

    Menteri PPN/Kepala Bappenas Armida Alisjahbana mengatakan beleid ini sudah direvisi selama delapan kali. “Namun baru kali ini ada perubahan yang signifikan,” katanya, Jumat (6/8).

    Dengan adanya revisi beleid ini, Armida berharap proses tender ini bisa lebih cepat dibandingkan dengan proses yang terjadi saat ini. Selama ini, proses tender banyak menumpuk di triwulan keempat. “Diharapkan proses tender sudah bisa dimulai pada kuartal kedua setiap tahun,” ujar Armida seusai rapat koordinasi nasional di Istana Bogor.

    Berikut beberapa perubahan dalam beleid tentang pengadaan barang dan jasa tersebut:

    Berikut beberapa perubahan dalam beleid tentang pengadaan barang dan jasa tersebut:

    1. Pendanaan proyek yang berasal dari Pinjaman Hibah Luar Negeri (PHLN) harus mengikuti Perpres jika terdapat perbedaan aturan dengan negara pemberi maka harus dilakukan harmonisasi pada saat negosiasi pinjaman atau hibah.

    2. Pembentukan Unit Layanan Pengadaan (ULP) untuk menjamin kompetensi, rasa aman, dan kelancaran pelaksanaan pengadaan

    3. Keharusan melakukan e-procurement

    4. Memperkuat keberpihakan pada usaha kecil. Paket pekerjaan unutuk usaha kecil menjadi Rp 2,5 miliar

    5. Ada sistem pengadaan sayembara dan kontes untuk mendorong penggunaan produk hasil kreativitas, gagasan inovasi, riset dan produk seni dan budaya

    6. Fleksibel dalam menghadapi bencana dan keadaan darurat. Dalam keadaan bencana dan darurat dapat dilakukan penunjukkan langsung.

    7. Dimungkinkan untuk penunjukkan langsung pada barang dan jasa khusus seperti obat, alat kesehatan habis pakai yang harganya ditentukan dengan peraturan menteri, mobil/sepeda motor, dengan harga khusus pemerintah, dan sewa penginapan hotel, sewa gedung.

    8. Kontrak tahun jamak dapat ditetapkan oleh menteri/pimpinan dan lembaga yang bersangkutan untuk kegiatan sampai denga Rp 10 miliar untuk kegeiatan penamnaman benih, penghijauan, pelayanan perintis laut dan udara, makanan dan obat di rumah sakit makanan untuk narapidana di LP, pengadaan pita dan cukai, pelayanan pembuangan sampah, pengadaan dan jasa cleaning service.

    9. Preferensi harga dan tingkat komponen dalam negeri. Preferensi harga untuk produk dalam negeri lebih dari 25%. Menteri Perindustrian akan menerbitkan buku inventarisasi produksi dalam negeri

    10. Sanggah dan sanggahan banding, Untuk mengurangi jumlah pemohon sanggah diperkenalkan adanya jaminan sanggah bagi peserta lelang yang akan melakukan sanggah.

    • Perpres Perubahan Keppres 80 Tahun 2003 tersebut telah ditandatangani Presiden dan akan dilakukan sosialisasi sampai akhir tahun 2010. Perpres mulai berlaku efektif tahun 2011.

  2. Presiden teken 3 produk hukum
    06 Agustus 2010 10:33

    BOGOR: Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menandatangani tiga produk hukum yaitu revisi PP No.29 Tahun 2000 tentang Jasa Konstruksi, revisi Keppres No.80 Tahun 2003 tentang Pengadaan Barang dan Jasa Pemerintah, dan Keppres No.42 Tahun 2002 tentang Pedoman Pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara.

    “Revisi Keppres 80/2003 tentang Pengadaan Barang dan Jasa Pemerintah sudah direvisi jadi Perpres, satu lagi Keppres No.42 tentang Pengelolaan APBN juga jadi peraturan presiden,” katanya.

    Dia menjelaskan ketiga produk hukum yang telah ditandatangani itu diharapkan dapat melancarkan seluruh urusan terkait dengan tetap menjaga akuntabilitas.

    Pada awal pembukaan rapat kerja, Presiden menyatakan bahwa raker yang bertempat di Istana Bogor itu tidak akan menghasilkan Instruksi Presiden (Inpres) seperti dua raker sebelumnya. Presiden beralasan Inpres cenderung bersifat top down sementara forum raker kali ini dimaksudkan untuk meningkatkan partisipasi daerah dalam kebijakan APBN. (l

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s