Daya Serap Anggaran Rendah, Kadis Sibuk Dinas Ke Luar Kota

Kadis DPKKA Drs H Paradis MSi mengatakan, rendahnya daya serap APBA sampai Juli 2010 ini, disebabkan rendahnya serapan anggaran pada SKPA yang mendapat pagu anggaran APBA yang besar, misalnya Dinas Bina Marga dan Cipta Karya (BMCK) yg mencapai Rp 1,3 triliun.

Terkait dengan masalah itu, Muhyan Yunan melalui Kabid Pembangunan Jalan dan Jembatan, Ir Fajri meminta kontraktor yang belum menarik uang muka kerja sebesar 20 persen, untuk segera diusulkan penarikannya ke Dinas BMCK dan Dinas Pengelolaan Keuangan dan Kekayaan Aceh (DPKKA). serambinews.com

Anggota Dewan dari Komisi D DPR Aceh, Tgk Adly Tjalok menilai kinerja Dinas Bina Marga Cipta Karya (BMCK) Aceh belum menunjukkan kemajuan berarti. Buktinya, serapan APBA 2010 masih sangat rendah. Malah, dia menilai kalau Kepala Dinas BMCK Muhyan Yunan terkesan ingin buang badan dengan memberi alasan kalau rendahnya serapan anggaran tersebut terjadi karena banyaknya kontraktor yang belum menarik uang muka kerja (UMK).

Padahal realita yang terjadi bukan seperti itu. Malah kontraktor yang mengeluh karena sampai saat ini belum bisa menarik UMK akibat berkas kontraknya sudah berhari-hari belum ditandatangani Kadis BMCK,” kata Tgk Adly Tjalok.

Para kontraktor belum memulai pekerjaan itu lantaran adminitrasi seperti kontrak kerja belum selesai ditandatangani kadis. Berdasarkan informasi dan hasil pemantauan yang dilakukan pihaknya, sebenarnya seluruh bahan kontrak tersebut sudah selesai dibuat. “Namun sangkutnya di meja Kadis BMCK, karena yang bersangkutan belum menandatangi kontrak itu. Kabarnya, Muhyan juga sering dinas luar kota. Nggak tahu kita urusan apa kadis sering ke luar kota, dan bukan menyelesaikan pekerjaan di kantor yang menumpuk,” tandas Tgk Adly Tjalok didampingi Ir HT Syarifuddin (anggota Komisi D lainnya). serambinews.com

4 thoughts on “Daya Serap Anggaran Rendah, Kadis Sibuk Dinas Ke Luar Kota

  1. Masukkan untuk Bapak Kadis BMCK dan Kadis Lainnya
    Saran saya kepada bapak kadis agar jangan dipaksakkan(disuruh) pihak penyedia untuk menarik uang muka karena rendahnya serapan anggaran. Kenapa, karena penyedia harus memberikan jaminan penarikkan uang muka sejumlah uang tersebut dan itu akan menyulitkan pihak dinas jika penyedia tersebut tidak becus kerjanya. jadi lebih baik penyedia mengerjakan pekerjaan sesuai rencana atau penyedia mencari dukungan keuangan dari bank. Saya sarankan juga kepada konsultan pengawas agar mengeluarkan surat teguran jika pekerjaan sangat rendah progresnya tidak sesuai rencana.
    Tentang bapak sering keluar daerah itu bukan masalah jika direksi teknis/staf/bawahan bapak selalu memantau pekerjaan yang dilakukan oleh penyedia. Saya berharap kepada SKPA aceh agar jangan terulang lagi kejadian sisa anggaran seperti tahun lalu yang cukup banyak.
    Dan satu lagi kepada dinas BMCK tentang pekerjaan jalan Babahrot – terangon seperti yang diberitakan di harian serambi indonesia itu memang benar. Karena saya sudah pernah melalui pada bulan juni saat Advebture bersama teman IOF bahwa jalan belum ada pengaspalan dan alat berat dan tenaga kerja sangat minim sekali. Dan ada juga tanjakan yang sangat tinggi. Saya rasa pihak Dinas BMCK sudah tahu tugasnya mengingat Deviasi progres pekerjaan tersebut sangat rendah.
    Demikian saran dan masukkan saya semoga bermanfaat untuk kita semua… Amien
    Saleum
    Razali
    081360026652

    • Menurut yg kami perhatikan, banyak kepala dinas/SKPD (termasuk Dinas BMCK) kurang paham manajemen tender seperti yang tercantum dalam Keppres No 80 tahun 2003, sehingga banyak hal-hal yg seharusnya mudah menjadi sulit dan kadang2 dipersulit…

  2. Pak Hendri….maaf apabila saya agak kontroversial dengan istilah kurang PAHAM yang Bapak sebutkan kepada kepala dinas/SKPD (termasuk Dinas BMCK) terhadap manajemen tender, tapi yang lebih tepat adalah mereka sangat paham…sehingga merasakan lebih dan plus-plus…ini yang membuat celaka…coba sekali-kali merapat kesana..pasti kesan cuek…merasa super….hal tersulit adalah memperbaiki watak yang bersembunyi dibalik keegoisan…bukan dipersulit…memang sulit dan pelik terhadap mentalitas rezim monopoli…kita dihadapkan pada satu pilihan buruk diantara yang terburuk.

    • Yang Pak Ismayadi katakan sangat benar, tapi ada juga beberapa kepala SKPD yg kurang paham masalah tsb.

      Untuk Dinas BMCK, saya sependapat dengan Bapak…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s