Wewenang Polisi Pada Saat Razia atau Pemeriksaan Kendaraan Bermotor Di Jalan

Urusan pemerintahan di bidang Registrasi dan Identifikasi Kendaraan Bermotor dan Pengemudi, Penegakan Hukum, Operasional Manajemen dan Rekayasa Lalu Lintas, serta pendidikan berlalu lintas, oleh Kepolisian Negara Republik Indonesia.

Petugas Kepolisian Negara Republik Indonesia dalam melakukan tugasnya berwenang untuk:

  1. menghentikan Kendaraan Bermotor;
  2. meminta keterangan kepada Pengemudi; dan/atau
  3. melakukan tindakan lain menurut hukum secara bertanggung jawab.

Razia Kendaraan Bermotor

Pemeriksaan Kendaraan Bermotor di Jalan dapat dilakukan secara berkala atau insidental sesuai dengan kebutuhan.

Yang dimaksud dengan “berkala” atau yang dikenal dengan “Razia” adalah pemeriksaan yang dilakukan secara bersama-sama demi efisiensi dan efektivitas agar tidak terjadi pemeriksaan yang berulang-ulang dan merugikan masyarakat.

Dan yang dimaksud dengan “insidental” adalah termasuk tindakan petugas terhadap pelanggaran yang tertangkap tangan, pelaksanaan operasi kepolisian dengan sasaran Keamanan, Keselamatan, Ketertiban, dan Kelancaran Lalu Lintas dan Angkutan Jalan, serta penanggulangan kejahatan.

Tata Cara Penindakan Pelanggaran Lalu Lintas dan Angkutan Jalan

Tindakan langsung terhadap pelanggaran lalu lintas, yang lazim disebut tilang adalah salah satu bentuk penindakan pelanggaran lalu lintas yang dilakukan Polri (pasal 260 Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan). Biaya tilang mengacu pada denda yang ditetapkan dalam Undang-Undang tsb

Berdasarkan Surat Keputusan Kapolri No.Pol: SKEP/443/IV/1998 tentang Buku Petunjuk Teknis Tentang Penggunaan Blanko Tilang, petugas kepolisian akan memberikan tiga opsi kepada pelanggar lalu lintas:

  1. Menerima Lembar/Slip Biru, jika pelanggar mengakui telah melakukan pelanggaran lalu lintas. Ini berarti pelanggar akan dikenakan denda maksimal dan membayarnya lewat Bank BRI. Jika pelanggar memilih untuk membayar ke Bank BRI polisi bisa menunjuk petugas khusus atau pelanggar untuk menyetorkan denda ke BRI. BRI kemudian memberikan struk sebagai bukti, lalu pelanggar tinggal datang ke kantor polisi yang ditunjuk petugas penilang. Setelah pelanggar membayar denda dan meminta kembali SIM/STNK yang dititipkannya, lembar biru tersebut dikirim ke Pengadilan Negeri untuk dilaksanakan sidang tanpa kehadiran pelanggar (verstek).
  2. Menerima Lembar/Slip Merah bila pelanggar menolak/tidak setuju dengan sangkaan penyidik atau akan hadir sendiri di Sidang Pengadilan dengan menggunakan lembar merah tersebut sebagai surat panggilan untuk menghadiri sidang sesuai dengan waktu yang telah dicantumkan dalam kolom yang tersedia pada lembar tersebut.
  3. Memberi uang titipan ke petugas khusus (polisi). Pada opsi ini, pelanggar juga akan diberikan surat tilang Lembar/Slip Biru,. Bedanya dengan opsi 1, pelanggar memberi kuasa kepada polisi untuk hadir di sidang, dan perkaranya akan disidangkan secara verstek. Petugas tersebut akan membayarkan denda yang sudah dititipkan oleh pelanggar ke BRI dan mengirimkan slipnya ke Pengadilan Negeri.

Contoh : Tidak memiliki SIM

Mengemudikan kendaraan bermotor di jalan,tidak memiliki Surat Izin Mengemudi Pasal 281 jo Pasal 77 ayat (1) Denda : Rp 1.000.000,-

Ket: Dengan Blanko Tilang warna biru melanggar pasal ini (tidak memiliki SIM ), pelanggar diwajibkan untuk membayar denda maksimal yaitu Rp 1.000.000,-

Hal ini berbeda jika pelanggar ditilang menggunakan Blanko warna merah, karena denda untuk Blanko warna merah ditentukan berdasarkan keputusan Hakim Pengadilan, besarnya denda bisa dibawah denda maksimal atau bisa sesuai denda maksimal tergantung keputusan hakim.

Menahan atau Menyita Kendaraan

Penyidik Kepolisian Negara Republik Indonesia berwenang melakukan penyitaan, penyimpanan, dan penitipan benda sitaan yang diduga berhubungan dengan tindak pidana Lalu Lintas dan Angkutan Jalan. Tata cara penyitaan, penyimpanan, dan penitipan benda sitaan dilakukan menurut ketentuan Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana (Pasal 270 UU No 22 Tahun 2009).

Menurut KUHAP, penyitaan hanya dapat dilakukan oleh penyidik dengan surat izin ketua pengadilan negeri setempat. Dalam keadaan yang sangat perlu dan mendesak bilamana penyidik harus segera bertindak dan tidak mungkin untuk mendapatkan surat izin terlebih dahulu, maka setelah itu penyidik wajib segera melaporkan kepada ketua pengadilan negeri setempat guna memperoleh persetujuannya (Pasal 38 KUHAP).

Yang dapat dikenakan penyitaan menurut pasal 39 KUHAP adalah:

  1. benda atau tagihan tersangka atau terdakwa yang seluruh atau sebagian diduga diperoleh dan tindak pidana atau sebagai hasil dan tindak pidana;
  2. benda yang telah dipergunakan secara langsung untuk melakukan tindak pidana atau untuk mempersiapkannya;
  3. benda yang dipergunakan untuk menghalang-halangi penyidikan tindak pidana;
  4. benda yang khusus dibuat atau diperuntukkan melakukan tindak pidana;
  5. benda lain yang mempunyai hubungan langsung dengan tindak pidana yang dilakukan.

Penyelewengan Tugas Kepolisian

Dalam melaksanakan tugasnya, Petugas Kepolisian dianggap menyeleweng bila:

  1. Tindakan petugas menghentikan kendaraan bermotor untuk dilakukan pemeriksaan tanpa ada dasar yang jelas, seperti pelanggaran yang tertangkap tangan, atau pelaksanaan operasi kepolisian.
  2. Meminta atau menerima denda terhadap pelanggaran lalu lintas tanpa memberikan surat tilang.
  3. Menilang atau menyita kendaraan tanpa dasar yang jelas, seperti menilang atau menyita kendaraan karena telat bayar pajak atau telat registrasi ulang STNK, masih dalam waktu kurang dari 2 (dua) tahun setelah habis masa berlaku STNK.

Demikian, semoga bermamfaat.

Sumber: UU No 22 Tahun 2009, Hukum Online & Ditlantas Polda Metro Jaya

Mohon Perhatian:

Bagi pengunjung blog yg ingin sharing masalah ini ataupun masalah lainnya,

Silahkan klik gambar dibawah

konsultasi tender

About these ads

73 pemikiran pada “Wewenang Polisi Pada Saat Razia atau Pemeriksaan Kendaraan Bermotor Di Jalan

  1. mohon izin bertanya pak
    apakah ada peraturan atau undang2 atau Keputusan tentang penggunaan penutup lubang angin pada ban kendaraan bermotor???
    saya bingung kenapa ada polisi yang menilang hanya karena penutup lubang angin ban(bahasa awam nya pentil ban) berbentuk unik atau lain dari biasanya
    mohon penjelasannya

  2. Ini adalah sebuah pertanyaan dari orang awam seperti saya. mohon maaf jika pertanyaan saya dianaggap tidak berbobot.
    Di bali disebuah tempat pariwisata tepatnya di kuta badung, disana ada yang namanya pecalang/Lpm/hansip/pemuda desa adat.
    mereka dengan mudanya mengambil atau meminta secara paksa surat-surat kendaraan bermotor, dari para ojok atau pengendara lain, lalu meminta uang tebusan sebesar Rp.300.000 (tiga ratus ribu rupiah). yang membuat saya tidak habis pikir, anehnya orang-orang tersebut katanya sudah dapet ijin dari polisi setempat.
    pertanyaan saya: apakah dibenarkan jika ada oranag atau sekelompok orang yang bukan anggota polisi yang mempunayai tugas diperbolekan melakukan itu, lalu bagai mana hukumnya???.

  3. pak mau tanya,apakah boleh warga sipil yang disuruh polisi menilang/menangkap/menahan kendaraan di jalanan?
    terima kasih.

  4. Pak polisi aku mau tanya,,
    Aku gk bawa helm, dan tidak membawa sim stnk saya pun hilang habis kecopetan belum aku urus terus tindakan polisi tersebut menyita motor saya dan saya diberi slip merah, setelah sidang saya harus ambil motor dimana ya

  5. maaf pak..sya mau tanya sim saya ilang /lupa nyimpan nya. sya lg menyari nya. terus sya ketilang bukti saya punya sim.. saya punya kartu asuransi sim C dari kepolisian . tolong minyta pnjelasa nya…?

  6. pak saya mau tanya,
    saya pernah di tilang karena tidak bawa sim, karena emang belum punya uang untuk buatnya.
    kejadiannya seperti ini,
    saat saya pergi dari rumah menuju tempat kerja, di jalan saya liahat seorang ibu yg sedang di introgasi pilisi, kebetulan di depan deket bgt sama lampu lalulintas dan kantor polisi, lampu merah saya berhenti, setelah lampu hijau tiba taiba polisi sudah ada di samping saya, dan mematikan kendaraan saya, padahal saat itu lampu hijau sudah menyala dan masih sih banyak kendaraan di belakang saya, tp polisisnya menggiring saya ke sebeleah kiri jalan, padahal saat itu tidak ada razia dari kepolisisan, saya juga tidak melakukan peelanggar , saya bingung, apa kesalahan saya, saya coba tanya ke polisinya diam saja, cuma minta nunjukin surat2 kendaraan saya, surat kendaraan ada tp sim gak ada. langsung aja polisi itu ke kantor dan sayapun di kasih surat tilang trus di suruh sidang, saya coba minta slip biru kata polisinya Bank BRI belum siap, saya malah tambah bingung lg…ah y udahlah, saya lalu beranjak menuju tempat kerja saya, sesampaina di tempat kerja saya lalu browsing ternya saya menemukan artikel ini.

    yang saya tanyakan , apakah prosedur penilangan yg di lakukan polisi itu benar ? padahal keterangan di atas seperti ini
    RAZIA KENDARAAN BERMOTOR

    Pemeriksaan Kendaraan Bermotor di Jalan dapat dilakukan secara berkala atau insidental sesuai dengan kebutuhan.

    Yang dimaksud dengan “berkala” atau yang dikenal dengan “Razia” adalah pemeriksaan yang dilakukan secara bersama-sama demi efisiensi dan efektivitas agar tidak terjadi pemeriksaan yang berulang-ulang dan merugikan masyarakat.

    Dan yang dimaksud dengan “insidental” adalah termasuk tindakan petugas terhadap pelanggaran yang tertangkap tangan, pelaksanaan operasi kepolisian dengan sasaran Keamanan, Keselamatan, Ketertiban, dan Kelancaran Lalu Lintas dan Angkutan Jalan, serta penanggulangan kejahatan.

    dan juaga seperti ini,
    PENYELEWENGAN TUGAS KEPOLISIAN

    Dalam melaksanakan tugasnya, Petugas Kepolisian dianggap menyeleweng bila:

    Tindakan petugas menghentikan kendaraan bermotor untuk dilakukan pemeriksaan tanpa ada dasar yang jelas, seperti pelanggaran yang tertangkap tangan, atau pelaksanaan operasi kepolisian.

    terus bagaimana solusinya bila menemukan polisi seperti ini lagi pak…?
    mohon infonya, demi tegaknya hukum di negri ini.
    terima kasih

  7. pak berapakah saya kena denda pasal 281,
    pada saat itu saya sedang berangkat ke sekolah, san saya sma semua lengkap helm, spion dll
    apakah pantas polisi menilang pelajar sma saat berangkat ke sekolah…..?
    TOLONG JAWAB!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!

  8. maaf mw brtanya pak ketika kita ktangkap oleh petugas polisi apa salah kita meminta nmor hp nya atau nama nya..sdangkan it kita lgi gak da uang.. dan dy meminta jlan tengah. dy gk mau dy bilang nama polisi it adlah privasi . .apa btul bgtu…

  9. Untuk apa postingan ini diberikan tempat untuk berkomentar jika tidak dijawab? Polisi itu orang yang paling benar, menurut mereka.

  10. pak polisi saya kena tilang gara-garanya saya dibonceng nggak pake helm, saya terima ditilang tapi yang saya nggak terima adalah motor saya ditahan padahal surat-surat kendaraan berupa SIM dan STNK lengkap semua..menurut sepengetahuan saya motor ditahan apabila surat-surat kendaraan tidak lengkap. saya hanya nggk pake helm kenapa STNK saya aja yang ditahan jangan motorny dong ditahan…dann satu lagi pada saat selesai razia dan polisi mash bnyak dtempat banyak pengendara lain lewat boncengan nggk pake helm tapi nggk ditahan saya mau tanya apa aturan itu hanya berlaku pada saat razia saja mohon penjelasannya

  11. Mohon Perhatian:

    Bagi pengunjung blog yg ingin sharing masalah ini ataupun masalah lainnya,

    Silahkan klik gambar dibawah

    konsultasi tender

  12. selamat siang pak saya mau nanya apa ada undang-undang untuk BK yg dipercantik meyalahi lalu lintas ( dikepolisian ) soalnya saya kenak razia semalam gara2 itu dan sayapun lengkap semuanya tolong diperjelas.

  13. maf pak saya rudi dari pelabuhanratu sukabumi…maf pak kemarin saya di tilang polisi di daera bogor dekat warung jambu…da oktum yg gk jelas memberikan kesalahan saya…sampe mengada ngada…justru yg disamping saya malah di loloskan mungkin karna dia domisili bogor…saya merasa dirugikan..da perampokan berbaju seragam..saya minta ditilang tp proses sidang waktuny di buat lama sampe satu bln…dia mencoba memeriksa dompet saya…meminta membayar denda di tempat..saya bilang tidak mau dan mengambil uang saya 450.000 rupiah.. memank motor saya baru dan tidak da stnk tp saya punya surat jalan dr samsat..dan sim..kesalahan saya katanya sya bawa barang di belakang membahayakan org lain… seharusnya kan jangn main tilang ja..dan memberikan saran dahulu. dia memaksa untuk memberikan semua uangny…polisi nya bnyak.. dan biasa sya bertmu subuh jam 5.30.. yg menjadi pertanyaan saya.. ap yg harus saya lakukan .. saya tidak iklas dn gk ridho uang sya darmpok..dengan org berseragam…knp setiap di tilang di bawa ke pos. tolong di tindak lanjuti..masyarakat jadi tidak suka yg namany polisi… bnyak yg nge do’a in supaya mati mengenaskan..gk da ampunan di akhirat.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s